Tim penilai lomba kelurahan saat memperhatikan produksi telur asin khas Kelurahan Dodu
(Dok. Nasir)
Bagaimana
komentar Ketua Tim Penilai Lomba Terintegrasi Kota Bima, Drs. M. Farid, M.Si?
Dia menilai, tingkat partisipasi warga Dodu patut diacungi jempol karena sejak
pagi telah menunggu tim yang hadir menilai Kelurahan Dodu. Ini merupakan
salahsatu nilai tambah yang perlu diapresiasi. Apalagi, profil potensi
Kelurahan Dodu juga salahsatu penilaian lebih.
Namun,
katanya, dalam lomba ini sudah jelas aturannya dan dilakukan secara berjenjang
dan sudah ditentukan waktunya. Oleh karena itu yang diperlukan adalah bagaimana
mengubah pola berpikir masyarakat, terutama yang berkaitan dengan penataan
lingkungan, pendidikan, kesehatan, perpustakaan, dan lainnya.
“Kita
salut dan mengapresiasi tingginya tingkat partisipasi masyarakat
melalui budaya gotong royong. Hal itu layak kita dipertahankan,” ujarnya.
Semua itu,
katanya, diapresiasi dan tim akan menilai secara objektif dari sisi
administrasi dan kondisi fisik secara riil . Jika tim menganggap
Kelurahan Dodu ini layak mewakili Kota Bima pada lomba tingkat Provinsi NTB,
maka itulah hasil kolektif dari tim penilai. Semua itu tim akan menilai secara
integrasi antara penilaian tentang administrasi kelurahan, posyandu, dan
P2WKSS. Demikian juga dengan nilai riil di lapangan yang dilihat langsung oleh
tim penilai.
“Tim
secara terintegrasi menilai administrasi dan kondisi riil di lapangan. Untuk
kelurahan 50 persen, Posyandu dan P2WKSS masing-masing 25 persen,” katanya. (Aji)











