| Lurah Melayu di depan Arena MTQ Melayu (Foto Nasir) |
JUNGGE MBOJO; Ada kabar yang menggembirakan dari
pelaksanaan Mushabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Kelurahan Melayu Kecamatan Asakota
tahun ini. Apakah itu? Hadiah yang disediakan adalah berangkat umrah dan satu
unit televisi bagi qari dan qariah, hafizh dan Hafizah yang meraih juara umum
atau nilai tertinggi perseorangan.
Hadiah itu merupakan sumbangan dari warga Melayu
yang sukses di luar daerah, H Dafid R Yasin. Bahkan, bagi peserta yang berhasil
meraih hadiah umrah akan diberangkatkan bulan Maret 2015 setelah mengurus visa
dan paspor di Kabupaten Sumbawa.
Ketua panitia MTQ Kelurahan Melayu,
Sukarno, SH, mengatakan, ketika panitia membicarakan kegiatan MTQ yang digelar
di masjid Nurul Yasin 25-28 Januari, beliau senang dan mengapresiasi syiar
Islam itu dan mendukung panitia dengan menyiapkan satu paket hadiah yakni umrah
dan televisi. “Kami dari panitia kaget dengan sebutan hadiah
sebesar itu. Apalagi, MTQ ini merupakan tingkat Kelurahan tetapi beliau
meyakinkan peserta yang berhasil siap diberangkatkan bulan Maret setelah
pengurusan visa dan paspornya selesai,” ujarnya di arena MTQ masjid Nurul Yasin
Melayu, Selasa (27/1).
| Peserta MTQ saat tampil di mimbar tilawah (Foto Nasir) |
Dia mengaku, orang Bima yang berhasil di luar
daerah senang bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan yang bernuansa Islam di
daerahnya, termasuk syiar Islam melalui media MTQ dan mereka mau beramal.
Hadiah Umrah ini, bukan saja memotivasi anak-anak di Kelurahan Melayu untuk
mencintai Al-Quran, tetapi imbasnya juga pada kelurahan lain.
Apalagi, terangnya, Pemerintah Kota (Pemkot)
Bima memiliki program yang mulia yakni ‘Membumikan Al Quran’ dengan menggalakan
program ‘Magrib Mengaji’. Tentu, panitia dapat memanfaatkan potensi warga Kota
Bima yang sukses di luar Kota Bima. Bahkan, mereka senang jika diinformasikan.
Terutama mendukung anak-anak yang menghafal (hafizh) Al-Quran.
Hal senada dikemukakan Lurah Melayu, Kamrin M,
SSos. Dia mengapresiasi kesungguhan panitia dalam menggalang dana untuk
menyukseskan MTQ Melayu. Bayangkan, hadiah utama adalah Umrah dan jika dinilai
dengan uang sekitar Rp36 juta yang akan diterima oleh peserta yang meraih juara
umum perseorangan. Selain dana bantuan Pemkot Bima senilai Rp30
juta untuk kegiatan MTQ dan hadiah bagi peserta yang berhasil meraih juara.
| Peserta cabang Khat saat menyelesaikan khatnya (Foto Nasir) |
“Kita ingin hadiah ini melebihi dari hadiah yang
diperoleh cabang olah raga atau konteks dang dut, sehingga memotivasi qari dan
qariah, hafizh dan hafizhah untuk mencintai Al-Quran dan mau mengamalkan ajaran
Al Quran,” katanya.
Tentu saja, katanya, hadiah Umrah yang diberikan
pendiri masjid Nurul Yasin Melayu itu, akan memotivasi anak-anak di Kelurahan
Melayu untuk belajar Al-Quran, juga memotivasi juga bagi Kelurahan lain untuk
mencari potensi putra daerah yang peduli syiar Islam. Pada MTQ kali ini, terangnya, partisipasi
masyarakat cukup tinggi bergotong-royong mendukung syiar Islam melalui media
MTQ. Buktinya, pengusaha terop membantu menyiapkan terop, kursi demi membantu
kelancaran MTQ. (AJI)






